Rabu, 30 April 2014

Pondok Pesantren Darul Fikri Bringin Ponorogo


Pada postingan kali ini saya akan menulis tentang Pondok Pesantren Darul Fikri. Sebuah pondok kecil tempat saya belajar  dulu.

Pondok Pesantren Darul Fikri adalah sebuah lembaga pendidikan Islam di bawah Yayasan Darul Fikri Bringin, Kauman, Ponorogo, Jawa Timur yang didirikan dalam rangka ikut berpartisipasi dan berupaya dalam membina dan menyiapkan generasi muslim yang lurus aqidahnya (shahihul aqidah), berakhlak mulia (karimul akhlak) dan senantiasa meneladani jejak Rosululloh Shallallahu Alai Wasallam dan para Salafus Shalih.

Integrated Curriculum (kurikulum formal mengacu pada Kementrian Agama dan kurikulum berbasis Pesantren) di terapkan di Pondok Pesantren Darul Fikri. kurikulum formal bertujuan untuk menjamin mutu pendidikan nasional, sedangkan kurikulum berbasis pesantren menanamkan sikap dan prinsip hidup islami.

Kurikulum pesantren juga juga mengajarkan kemampuan bahasa asing yaitu bahasa Arab dan Inggris dengan tujuan santri siswa bisa mendalami ilmu syar’i dan ilmu umum, sehingga mereka siap melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Lulusan Pondok Pesantren Darul Fikri akan memperoleh dua (2) ijazah yaitu ijazah dari pesantren dan ijazah dari pemerintah.

Pondok Pesantren Darul Fikri terletak di desa Bringin, kecamatan Kauman, kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Sekitar 5 km ke arah barat daya dari pusat kota Ponorogo.
Bagai sebongkah mutiara yang tertata nan indahnya, di antara tanah persawahan yang membentang di sebelah utaranya dan perumahan penduduk dengan segala kesederhanannya turut menghiasi panorama  di sebelah timur, selatan dan barat. Diperindah dengan kelokan sungai  yang cukup besar di sebelah baratnya, yang acapkali luapan airnya di musim penghujan menggenangi komplek Pondok Pesantren ini.




Pondok Pesantren Darul Fikri resmi berdiri pada tanggal 10 Juli 1991 yangmana diresmikan oleh Drs. Gatot Sumani, selaku bapak bupati Ponorogo kala itu.
Adapun pendiri Pondok Pesantren Darul Fikri dan sekaligus sebagai pengasuhnya hingga kini adalah KH. Ahmad Juhaini, Lc.
Beliau dilahirkan di desa Bringin, pada tanggal 27 September 1954. Beliau merupakan alumni Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo, yang kemudian melanjutkan S1 di Islamic University Madinah Saudi Arabia dengan mengambil jurusan Ushuluddin.

Pada awalnya Pondok Pesantren Darul Fikri hanya mengelola Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) saja, namun Alhamdulillah saat ini sudah didirikan Tarbiyatul Atfal (TA), Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jurusan Otomotif.

Adapun untuk melatih para santri berorganisasi, maka dibentuklah sebuah organisasi pelajar yang dinamakan Organisasi Pelajar Darul Fikri yang disingkat OPDAF. Sedangkan untuk wadah silaturrohmi para alumni, dibentuklah Ikatan Alumni Darul Fikri (IKADA).

LATAR BELAKANG BERDIRINYA PONDOK PESANTREN DARUL FIKRI

Masyarakat di sekitar Pondok Pesantren Darul Fikri dikenal orang sebagai masyarakat “hitam” (masyarakat molimo) dan dikenal sejarah sebagai masyarakat “abangan” (basis PKI) kala itu. Hal itulah diantaranya penyebab lemahnya pemahaman dan pengamalan agama mereka (Islam).
Sementara generasinya kurang berminat untuk belajar agama ke pondok-pondok yang telah ada. Di sisi lain, keberadaan pondok-pondok tersebut belum bisa optimal dalam menggarap lahan subur ini.

Itulah agaknya hal yang menggelisahkan pendiri Pondok Pesantren ini, sebagai putra kampung halamannya tak rela menyaksikan fenomena seperti ini.
Cacian dan cemoohan tak luput dari beberapa orang yang kurang optimis, itu semua dianggapnya sebagai cambuk agar ide pendirian Pondok Pesantren terus dilaksanakan.
Maka dengan bermodal iman dan kemauan yang kuat serta sedikit harta peninggalan orang tuanya, pendiri dibantu beberapa rekan-rekannya benar-benar telah siap untuk melangkah menuju cita-cita ini.

Di atas tanah seluas sekitar 1 hektar yang merupakan tanah warisan orang tua pendiri yang telah diwakafkan, di sanalah Pondok Pesantren Darul Fikri berdiri dengan anggunnya. Seakan siap menantang segala tantangan zaman. Dan dari suasanya yang nyaman, seakan menjanjikan kedamaian dan sinar terang bagi pencari kebenaran.



KURIKULUM PONDOK PESANTREN DARUL FIKRI BRINGIN PONOROGO

Pondok Pesantren Darul Fikri menerapkan Kurikulum Formal dan Kurikulum berbasis Pesantren.
Kurikulum formal bertujuan untuk menjamin standar mutu nasional, sedangkan kurikulum berbasis pesantren menanamkan sikap dan prinsip hidup islami. Jadi lulusan Pondok Pesantren Darul Fikri Bringin akan memperoleh dua ijazah, yaitu ijazah dari pemerintah dan ijazah dari pesantren.

VISI, MISI DAN MOTTO PONDOK PESANTREN DARUL FIKRI BRINGIN PONOROGO

VISI

Mencetak kader dakwah yang berakidah shohihah (benar), tekun beribadah, berakhlakul karimah serta paripurna memadukan iman dan takwa (imtak) dan Ilmu Pengetahuan Teknologi (Iptek)

MISI

  • Menerapkan pendidikan yang berorientasi pada kecerdasan intelegensi, kecerdasan emosi, spiritual dan teknologi.
  • Membina peserta didik menjadi kader dakwah yang berbekal Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan pemahaman Ahlu Sunnah Wal Jamaah.

MOTTO

Berilmu, Beramal, dan Berdakwah

JENJANG PENDIDIKAN  PONDOK PESANTREN DARUL FIKRI BRINGIN PONOROGO

  • Tarbiyatul Athfal (TA)
  • Madrasah Ibtidaiyah (MI)
  • Kulliyatul Mu'allimin dan Mu'allimat (KMI) yaitu Pendidikan setingkat MTs dan MA dengan lama pendidikan 6 tahun.
  • Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jurusan Teknik Otomotif.
 






ROUTE MENUJU PONDOK PESANTREN DARUL FIKRI BRINGIN PONOROGO


  • Dari arah Madiun, menuju terminal Ponorogo (Terminal Selo Aji) kemudian naik jurusan Jetis atau Balong-Slahung atau bus jurusan Trenggalek atau Pacitan kemudian turun di perlimaan Dengok. Kemudian naik ojek sekitar 3 km.
  • Dari arah Pacitan dan Trenggalek, turun di perlimaan Dengok, selanjutnya sama.
  • Dari arah Wonogiri jika menggunakan angkutan umum, sebaiknya menuju terminal, kemudian sama dengan yang dari arah Madiun. Apabila menggunakan kendaraan pribadi, sampai di pertigaan pasar Sumoroto belok kanan (ke selatan) kemudian sampai perempatan Condong belok kiri (ke timur) sekitar 3 km.  


3 komentar:

  1. Assalamua'alaikum, afwan tadz sebagai usulan saja. seharusnya pondok DF sudah punya website yg bisa dikunjungi oleh orng lain krna sudah umur 23 thun pondok kita berdiri masa gk punya website, sehingga orng yg belum tau Pondok DF bisa mengakses lewat internet, penfataran pun bisa melalui online, ataupun yg lain....
    syukron

    BalasHapus
    Balasan
    1. Secara resmi memang belum punya Akh, tapi kalau blog sudah mulai disusun. Mudah-mudahan ada kelanjutannya. Silakan kunjungi http://darulfikriislamy.wordpress.com

      Hapus
  2. Mas pamuji maaf saya juga warga bringin. Bolehkah saya membuatkan halaman website untuk PPDF. Dan untuk isi serta admin nantinya saya serahkan pihak PPDF yang mengisi. Atau menyiapkan materi lalu saya yang memasukan. Tolong jangan di share coment saya. Oh iya kalo berkenan saya mau mendaftarkan dengan url. http://ppdf.sch.id Untuk contact saya bisa di lihat di serviceac.web.id

    BalasHapus